Lembaga:

Dukung kami dengan donasi melalui Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Visi Politik Pesantren Adalah Kerakyatan

Mashalih Ar-Ra’iyyah Ed. 1 (2003)

Pesantren, selain sebagai lembaga pendidikan Islam yang independen, juga memiliki daya tawar politik dalam konstelasi perpolitikan negeri ini.  Ini terbukti, diantaranya, ketika beberapa elit politik tampak sowan ke pesantren-pesantren untuk mendapatkan restu maupun dukungan politik.  Hal tersebut menunjukan nilai bargaining pesantren dalam kancah perpolitikan bangsa Indonesia. Peran penting pesantren tersebut tidak terlepas dari latar sejarah pesantren yang memiliki andil besar dalam proses terwujudnya negara Indonesia dan visi politik pesantren yng sampai saat ini tetap konsisten (istiqâmah) dari zaman ke zaman, yaitu visi politik kerakyatan.

Untuk lebih lengkapnya, silakan click di sini untuk membuka pdf-nya.

Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Terkait

Gali Jejak Ulama Perempuan: Belajar dari Diorama Tengku Fakinah, Siti Walidah, dan Nene Muna

Oleh: Zaenal Abidin Jakarta— Sejarah ulama perempuan menyimpan banyak pelajaran tentang keberanian, penguasaan ilmu, kepemimpinan, dan kemampuan membangun gerakan bersama....

Populer

Artikel Lainnya