Lembaga:

Dukung kami dengan donasi melalui Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Yayasan Fahmina Sambut Tujuh Mahasiswa Magang dari Tiga Perguruan Tinggi

Program magang di Yayasan Fahmina menjadi ruang belajar lintas perspektif bagi mahasiswa untuk memahami kerja-kerja sosial, keberagaman budaya, dan penghormatan terhadap alam.

Yayasan Fahmina menyambut kedatangan tujuh mahasiswa magang yang berasal dari tiga lembaga pendidikan, yakni dua mahasiswa dari Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta (STFT Jakarta), dua mahasiswa dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW Yogyakarta), serta tiga mahasiswi dari Ma’had Aly Kebon Jambu.

Kegiatan penyambutan diawali dengan sesi perkenalan mahasiswa magang dan pengenalan Yayasan Fahmina. Ketua Yayasan Fahmina, Marzuki Rais, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta serta memperkenalkan visi, sejarah, dan fokus kerja lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Marzuki menjelaskan bahwa Yayasan Fahmina memiliki tiga konsentrasi utama, yaitu Islam-Gender, Islam-Demokrasi, dan Islam-Otonomi Komunitas. Ketiga isu tersebut menjadi landasan dalam berbagai program pendidikan, pemberdayaan masyarakat, advokasi kebijakan, serta penguatan kerukunan sosial yang selama ini dijalankan Fahmina.

Ia juga menegaskan bahwa para peserta magang diberikan ruang seluas-luasnya untuk belajar dan berdialog. Mereka dipersilakan mengkaji program-program yang ada, berdiskusi dengan staf, serta mengajukan pertanyaan terkait pemikiran, pengalaman, dan kerja-kerja sosial yang dilakukan oleh Yayasan Fahmina.

Selain mengikuti aktivitas di kantor, para mahasiswa magang juga berkesempatan menghadiri puncak upacara adat masyarakat Sunda Wiwitan di Cigugur. Kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Sejumlah peserta mengaku terkesan dengan kuatnya hubungan masyarakat adat dengan alam. Mereka melihat bagaimana penghormatan terhadap lingkungan tidak hanya menjadi gagasan, tetapi diwujudkan dalam praktik budaya dan kehidupan sehari-hari.

“Aku sangat kagum. Mereka begitu dekat dan menghargai alam,” ungkap Cleo.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting bagi para peserta magang. Melalui interaksi langsung dengan komunitas dan berbagai kegiatan lapangan, mereka tidak hanya mengenal kerja-kerja Yayasan Fahmina, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang keberagaman budaya, toleransi, dan relasi manusia dengan alam. []

Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Terkait

Hudud dan Batasan Personal untuk Cegah Kekerasan Seksual

Dalam kultur relasi di lingkungan pondok pesantren, kepatuhan santri terhadap guru sering kali dipandang sebagai jalan utama untuk memperoleh...

Populer

Artikel Lainnya