Sebanyak 25 alumni Dawrah Kader Ulama Perempuan (DKUP) Yayasan Fahmina menyelenggarakan rangkaian Kajian Ramadan 1447 H yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan suci Ramadan dan menjangkau wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Kalimantan melalui pengajian pesantren, majelis taklim, media radio, podcast, hingga platform digital.
Program bertajuk “Kajian Ramadan 1447 H Alumni DKUP Yayasan Fahmina” ini menjadi bukti keberlanjutan proses kaderisasi ulama perempuan yang tidak berhenti pada pelatihan, melainkan berlanjut dalam praktik nyata dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Ragam Kitab dan Pendekatan Keilmuan
Para alumni DKUP menghadirkan beragam kajian kitab turats (klasik) pesantren, seperti Safinatun Naja, Fathul Qorieb, Taqrib, Nashoihul ‘Ibad, Risalatul Mu’awanah, Tanqihul Qaul, hingga Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’. Beberapa juga mengkaji tema-tema tasawuf seperti Kasyful Mahjub dan Kitab Hikam, serta membahas isu-isu fikih ibadah, munakahat, haid, hingga niat dan shiyam.
Di Jawa Barat, sejumlah pengajian berlangsung di pesantren dan majelis taklim, termasuk di Cirebon dan sekitarnya. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kajian digelar di pondok pesantren, madrasah, sekolah menengah, hingga forum daring. Sementara di Kalimantan, pengajian berlangsung melalui majelis taklim, siaran radio RRI Pro-1, serta berbagai platform media sosial.
Beberapa alumni menyelenggarakan pengajian harian sepanjang Ramadan. Nyai Umi Nu’amah, misalnya, mengasuh kajian Safinatun Naja dan Nabiyyur Rohmah setiap ba’da subuh di Madrasah Diniyyah Bustanul ‘Ulum. Nyai Farida Ulvi menghadirkan beberapa kelas, baik secara luring maupun melalui Zoom dan Instagram. Nyai Masunah Hanafi memimpin tadarus Al-Qur’an bagi jamaah lanjut usia serta majelis taklim rutin di Banjarmasin.
Selain itu, dakwah Ramadan juga hadir melalui media publik. Nyai Norlaila dan Nyai Fatrawati mengisi program “Nur Ramadan” di RRI Pro-1 Banjarmasin. Nyai Maimanah menghadirkan program Ngaji Santuy yang disiarkan melalui YouTube dan media sosial Banjarmasinpost. Bahkan, terdapat pula program podcast “Mutiara Hikmah” yang diisi oleh Nyai Hj. Dzurwatul Muna melalui kanal PC Fatayat NU Semarang.
KURMA: Kuliah Ramadan Berjenjang
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, alumni DKUP juga menyelenggarakan KURMA (Kuliah Ramadan), sebuah seri kajian harian yang berlangsung sejak 2 hingga 21 Ramadan 1447 H. Setiap hari, satu alumni mengkaji kitab tertentu sesuai kepakaran masing-masing, mulai dari bab fardhu kifayah, nafaqah, najasah, munakahat, hingga shalat ‘idain.
Model kuliah berjenjang ini dirancang untuk memberikan pendalaman materi secara sistematis dan memperluas akses pembelajaran keislaman berbasis pesantren kepada masyarakat luas, termasuk melalui siaran langsung Facebook komunitas Fatayat NU di beberapa daerah.
Dakwah Inklusif dan Responsif Gender
Yang membedakan rangkaian Kajian Ramadan Alumni DKUP ini adalah pendekatan keilmuan yang tidak hanya berakar pada tradisi pesantren, tetapi juga responsif terhadap isu-isu sosial dan keadilan gender. Beberapa kajian secara khusus mengangkat perspektif perempuan dalam fikih, penguatan keluarga, hingga diskusi perlindungan anak.
Melalui 25 alumni yang aktif menyelenggarakan kajian di berbagai daerah ini, Yayasan Fahmina menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem ulama perempuan yang berdaya, berjejaring, dan berkontribusi nyata bagi kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia.
Masyarakat dapat mengikuti kajian-kajian tersebut melalui pesantren, majelis taklim, siaran radio, podcast, maupun platform digital yang disediakan masing-masing pengampu. []




