Oleh: Zaenal Abidin
“BuKUPI hadir sebagai upaya merawat ingatan sejarah dan meneguhkan kontribusi ulama perempuan dalam menjawab persoalan kebangsaan, keislaman, kemanusiaan, dan kesemestaan.”
Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) akan meluncurkan rangkaian Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia (BuKUPI) 2026 pada 1 Mei 2026 secara daring melalui Zoom. Mengusung tema “Kebangkitan Ulama Perempuan untuk Indonesia Tanpa Kekerasan”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan sejarah, pengetahuan, dan konsolidasi gerakan ulama perempuan di Indonesia.
BuKUPI merupakan agenda tahunan KUPI yang diselenggarakan setiap bulan Mei, bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei. Program ini bertujuan membangun ingatan kolektif terhadap jejak perjuangan ulama perempuan Indonesia yang berkontribusi dalam melawan penjajahan, kekerasan, diskriminasi, dan berbagai bentuk ketidakadilan sosial.
KUPI sendiri adalah gerakan intelektual, kultural, sosial, dan spiritual yang mendorong pengakuan atas eksistensi ulama perempuan sekaligus memperkuat kiprahnya dalam membangun peradaban yang adil dan memanusiakan manusia.
Gerakan ini lahir dari Kongres KUPI pertama pada April 2017 di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, Cirebon, yang diinisiasi oleh Rahima, Alimat, dan Fahmina. Pada Kongres KUPI 2022 di Pesantren Hasyim Asy’ari, Jepara, AMAN Indonesia dan Gusdurian bergabung sebagai lembaga penyangga gerakan.
BuKUPI hadir sebagai upaya merawat ingatan sejarah dan meneguhkan kontribusi ulama perempuan dalam menjawab persoalan kebangsaan, keislaman, kemanusiaan, dan kesemestaan.
Launching BuKUPI 2026 akan berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 13.30–15.30 WIB secara online. Acara ini menghadirkan dialog bersama sejumlah ahli sejarah, yakni Ita Fatia Nadia, Dr. Zakiya Darajat, M.A., dan Samia Kotele, dengan moderator Andy Yentriyani.
Diskusi tersebut akan membahas sejarah gerakan perempuan Indonesia, gerakan perempuan Islam, hingga perkembangan gerakan ulama perempuan Indonesia dalam perspektif global.
Selain launching, BuKUPI 2026 akan berlangsung dalam tiga tahapan. Pertama, peluncuran pada 1 Mei 2026. Kedua, diskusi serial daring pada 2–21 Mei 2026 yang membahas biografi ulama perempuan dari berbagai daerah dan ruang khidmah.
Diskusi serial ini dikelola bersama lima lembaga penyangga KUPI, yakni Rahima, Alimat, Fahmina, AMAN Indonesia, dan Gusdurian, serta jejaring nasional masing-masing.
Tahap ketiga adalah puncak perayaan BuKUPI pada 24 Mei 2026 di Masjid Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat. Agenda ini dirancang sebagai penghormatan terhadap pejuang perempuan Indonesia, khususnya Cut Nyak Dien, sekaligus ruang konsolidasi ulama perempuan dari pesantren, majelis taklim, perguruan tinggi, komunitas, hingga orang muda.
Dalam acara puncak, peserta dijadwalkan melakukan doa bersama, pembacaan puisi, lantunan shalawat, serta penyampaian sikap atas situasi bangsa dan dunia.
Launching BuKUPI 2026 terbuka untuk seluruh jaringan KUPI di Indonesia dan masyarakat umum. Melalui BuKUPI, KUPI berharap sejarah gerakan perempuan dan ulama perempuan Indonesia semakin dikenal publik luas, sekaligus memperkuat pengetahuan masyarakat tentang respons perempuan dan ulama perempuan terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dan kebangsaan dari masa ke masa. []



