Lembaga:

Dukung kami dengan donasi melalui Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Calon TKI Dapat Pengantar Kerja

JUNTINYUAT-Tim dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrnas) menggelar kegiatan pengantar kerja di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Minggu (20/7). Mereka terdiri dari Masubianto, Ningrum (Depnakertrans) dan Drs Samsuri (Pusdiklat). Sementara dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu antara lain hadir Kepala Seksi Pelatihan dan Pemagangan, Dra Andi Rugaya. Peserta terdiri dari 35 calon TKI dan eks TKI di Kecamatan Juntinyuat.

Andi menjelaskan, kegiatan pengantar kerja ini merupakan angkatan ke-38 dan dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Indramayu. Tujuannya tidak lain untuk melakukan sosialisasi terhadap calon TKI maupun eks TKI tentang prosedur pemberangkatan yang benar serta berbagai hal menyangkut persoalan TKI.

“Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya calon TKI bisa memahami tentang prosedur yang benar untuk menjadi TKI. Selain itu, kami juga mengimbau kepada mereka yang telah berhasil agar mempergunakan uang hasil kerja di luar negeri untuk kegiatan usaha mandiri, sehingga tidak harus terus menjadi TKI sepanjang hidupnya,” papar Andi, Senin (21/7).

Hal senada diungkapkan Ningrum dari Depnakertrans. Menurutnya, banyaknya persoalan yang menimpa TKI adalah karena mereka tidak melalui prosedur yang benar. Untuk itulah terhadap mereka perlu untuk terus diberikan pemahaman.
Sementara Camat Juntinyuat, Drs H Udi Suwarsudi melalui Sekmat Kharirin S Sos meminta kepada calon TKI agar jangan mudah diiming-imingi oleh sponsor. Ia berharap kepada calon TKI agar menempuh prosedur yang benar, seperti dalam mengurus surat-surat harus dimuali dari RT, desa hingga kecamatan. (oet)

 


Sumber: www.radarcirebon.com

 

Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Terkait

Ketika Negara Mengincar Kotak Amal: Antara Akuntabilitas dan Ancaman Kooptasi

Oleh: Rosidin “Ketika negara mengambil alih kotak amal, yang dipertaruhkan bukan hanya dana umat, tetapi juga kepercayaan dan kemandirian masyarakat.” Belakangan...

Populer

Artikel Lainnya