Lembaga:

Dukung kami dengan donasi melalui Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Abu Al ‘Ala Al Ma’arri yang Kontroversial

Oleh: Dr. (HC) KH. Husein Muhammad, Ketua Umum Yayasan Fahmina

Pikiran-pikiran liberal Al-Ma’arri melahirkan resistensi keras dari para ulama. Ia terlalu sering dituduh sesat, atheis, kafir zindiq dan murtad. Ia adalah salah satu tiga cendikiawan legendaries yang mendapat tuduhan seperti ini.

Dua orang lainnya adalah : Ibnu Rawandi (w.864 M) dan Abu Hayyan al-Tauhidi (w. 1009 M). Buku karya Abu Hayyan yang sangat terkenal dan pernah saya baca adalah : “Al-Imta’ wa al-Mu-anasah”. Boleh jadi untuk hari ini ia akan disebut dedengkot “JIL”, kata yang dimaknai secara pejorative dan stigmatic, meski sering tanpa pernah memahami substansi atau isi pikirannya.

Tetapi orang sepakat bahwa Ma’arri adalah seorang darwish, seorang zahid, seorang yang bersahaja. Ia tidak suka kemewahan. Ia juga seorang vegetarian. Makanan sehari-harinya adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Ia menolak makan daging binatang apapun, telor, susu dan madu. Boleh jadi hal ini karena ia membayangkan penderitaan hewan dan burung ketika harus disembelih. Dalam “Luzum Ma La Yalzam” atau dikenal dengan judul “Luzumiyyat”, Ma’arri mengatakan :

الحمد لله قد اصبحت فى دعة

أرضى القليل ولا أهتم بالقوت

وشاهد خالقى أن الصلاة له

أجل عندى من درِّى وياقوت

Segala puji bagi Tuhan semata

Aku menjadi menerima saja diberi seberapapun

Aku tak berminat pada makanan

Aku bersaksi kepada Tuhan Pencipta kehidupan

Shalat bagiku lebih agung daripada intan dan permata

Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Terkait

Madrasah Creator KUPI Gelar ToT di Yogyakarta, Perkuat Gerakan Menulis Profil Ulama Perempuan

Oleh: Zaenal Abidin “Gerakan ini menargetkan 10.000 catatan kerja dan profil keulamaan perempuan sebagai bagian dari Road to KUPI ke-3...

Populer

Artikel Lainnya