Lembaga:

Dukung kami dengan donasi melalui Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

KUPI Rancang Pelatihan Penulisan Short Bio untuk Perkuat Ekosistem Gerakan Ulama Perempuan

Pelatihan daring dan luring ini ditujukan untuk memperkuat produksi pengetahuan, kapasitas penulis, dan dokumentasi kiprah ulama perempuan di berbagai wilayah Indonesia.

Oleh: Zaenal Abidin

Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Divisi Syiar menggelar rapat koordinasi di Griya Gus Dur, Jumat (6/2/2026), untuk merancang pelaksanaan program Co-Impact: Penguatan Ekosistem Gerakan Ulama Perempuan, khususnya melalui pelatihan penulisan short bio ulama perempuan.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan lima lembaga penyangga KUPI, yaitu Yayasan Fahmina, Gusdurian, AMAN Indonesia, Alimat, dan Rahima, serta perwakilan media sistem Mubadalah dan Islami.co. Hadir pula jajaran Divisi Syiar KUPI, di antaranya Jay Akhmad, Faqih Abdul Kodir, dan Iklilah Muzayyanah, bersama Kamala Chandrakirana dari Majelis Musyawarah KUPI.

Selain itu, rapat juga diikuti oleh Sarjoko S. dari Gusdurian, Fachrul dari Mubadalah, Zenit dari Kupipedia, Zaenal Abidin dari Yayasan Fahmina, Dedik Priyatno dari Islami.co, serta Fitriyatunisa dari Rahima.

Pertemuan dibuka oleh Jay Akhmad yang menegaskan bahwa rapat bertujuan menghasilkan gambaran utuh pelaksanaan program Co-Impact agar berjalan strategis, terukur, dan selaras dengan mandat gerakan KUPI.

Menurunkan Kongres Menjadi Gerakan

Dalam pemaparannya, Faqih Abdul Kodir menekankan bahwa mandat Kongres KUPI II adalah menurunkan hasil kongres menjadi gerakan selama lima tahun melalui tiga pilar utama, yakni produksi pengetahuan, penguatan kapasitas, dan pengembangan ekosistem gagasan KUPI.

“Hasil refleksi Halaqah Kubra menunjukkan bahwa profil ulama perempuan yang terdokumentasi masih didominasi wilayah Jawa dan belum sepenuhnya menangkap dinamika praksis di lapangan. Karena itu, penulisan short bio menjadi pintu masuk penting untuk memotret gerakan secara lebih luas dan beragam,” jelas Faqih.

Program ini menargetkan produksi pengetahuan dalam skala besar, antara lain ribuan short bio ulama perempuan, biografi mendalam, serta artikel berbasis riset yang dikerjakan secara kolaboratif oleh lembaga-lembaga penyangga KUPI.

Kamala Chandrakirana menegaskan bahwa program ini tidak boleh dijalankan secara acak, melainkan sebagai kerja orkestrasi gerakan. Menurutnya, short bio bukan sekadar profil personal, tetapi medium untuk menampilkan potret kolektif gerakan ulama perempuan di berbagai konteks sosial, budaya, dan geografis.

“KUPI sudah membangun sistem pengetahuan yang sirkuler—produksi, kesadaran, aksi, dan kembali ke produksi. Tantangannya adalah memastikan metodologi yang integratif dan interseksional, termasuk dalam penulisan biografi ulama perempuan,” ujar Kamala.

Ia juga menyoroti pentingnya melihat otoritas ulama perempuan sebagai perpaduan identitas, kapasitas, dan keberpihakan, yang terus dinegosiasikan baik di ruang publik maupun privat.

Pelatihan Online dan Offline

Sebagai tindak lanjut rapat, KUPI akan menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Short Bio Ulama Perempuan dengan skema training of trainers (ToT) yang dilaksanakan secara daring dan luring.

Pelatihan daring akan dilaksanakan pada:
Kamis, 12 Februari 2026 (pengenalan program dan kerangka gerakan)
Senin, 16 Februari 2026 (teknis dan substansi penulisan)
Sementara pelatihan luring ToT akan digelar pada 20–22 Februari 2026 di Sekretariat Nasional Gusdurian, Yogyakarta.

Sebanyak 25 peserta dari lima lembaga penyangga KUPI akan terlibat dalam pelatihan ini. Setiap peserta ditargetkan menulis satu short bio dan membawa satu tulisan tambahan dari rekan penulis lain, sehingga terkumpul minimal 50 tulisan short bio.

Membangun Sistem Pendampingan

Selain menghasilkan tulisan, pelatihan ini juga menargetkan lahirnya 25 fasilitator pendamping penulisan short bio yang siap mendukung produksi pengetahuan KUPI secara berkelanjutan. Mekanisme pengelolaan program lintas lembaga, termasuk alur penulisan, review, hingga publikasi, juga akan disepakati dalam rangkaian kegiatan ini.

Melalui pelatihan ini, KUPI berharap penulisan short bio dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem gerakan ulama perempuan, sekaligus mendukung agenda jangka panjang menuju Kongres Ulama Perempuan Indonesia III. []

Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Terkait

KUPI Kutuk Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Pernyataan Sikap Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Mengutuk Keras Kebiadaban Penyiraman Air Keras yang Menimpa Aktivis Andrie Yunus Bismillahirrahmanirrahim Kongres Ulama Perempuan Indonesia...

Populer

Artikel Lainnya