Lembaga:

Dukung kami dengan donasi melalui Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

PC Fatayat NU Lampung Tengah dan Yayasan Fahmina Perkuat Jaringan Ulama Perempuan melalui FGD KUPI

FGD KUPI Menyapa Jaringan Ulama Perempuan Indonesia di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Lampung Tengah, mendorong sinergi komunitas perempuan NU, pesantren, dan aktivis untuk memperkuat gerakan keadilan gender.

Oleh: Akhmad Syarief Kurniawan

LAMPUNG TENGAH – Jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Lampung Tengah masa khidmah 2024–2029 mengapresiasi agenda Focus Group Discussion (FGD) KUPI Menyapa Jaringan Ulama Perempuan Indonesia yang mengangkat tema “Sinergi Ulama Perempuan dalam Menguatkan Jaringan”.

Hal tersebut disampaikan Ketua PC Fatayat NU Lampung Tengah masa khidmah 2024–2029, Nur Aeni, M.E., di sela-sela agenda FGD KUPI Menyapa Jaringan Ulama Perempuan Indonesia di kompleks Pondok Pesantren Sunan Ampel, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Minggu (11/10/2026) pagi.

“Harapan jangka menengah dan jangka panjang dengan FGD ini, kita mendapatkan banyak informasi dan pengalaman dari Yayasan Fahmina. Bentuk konkretnya adalah saling menguatkan konsolidasi jaringan komunitas para bu nyai, nawaning, aktivis, akademisi, penggiat perempuan, dan lain-lain tentang isu-isu kesetaraan gender,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel, Gus Ali Fadhilah Mustofa, S.H., menyampaikan terima kasih karena pondok pesantrennya dipercaya menjadi tuan rumah agenda roadshow KUPI.

“Kami ingin mengetahui apa sebenarnya KUPI tersebut. Jauh lebih penting, kegiatan ini bisa memberikan wawasan luas kepada para santri untuk edukasi tentang peranan perempuan,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Fahmina, Marzuki Rais, menjelaskan bahwa KUPI merupakan singkatan dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Ada tiga lembaga yang menginisiasi sekaligus ikut menggerakkan KUPI secara masif pertama kali di Indonesia pada 2017, yakni Rahima, Alimat, dan Fahmina.

“Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) hadir sebagai ikhtiar kolektif untuk menghidupkan kembali tradisi keulamaan perempuan yang berakar kuat dalam sejarah Islam Indonesia, sekaligus memperkuat perannya dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, kebangsaan, dan keumatan,” ujarnya.

“Semangat utama KUPI adalah membumikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Betul-betul membawa rahmat bagi seluruh penghuni bumi, sekaligus belajar bersama memberikan pemahaman teks keagamaan yang mengayomi dan melindungi semuanya tanpa memandang jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan,” tutupnya.

Pengurus Yayasan Fahmina, Roziqoh, di tempat yang sama menyampaikan bahwa KUPI merupakan gerakan kultural, gerakan intelektual, gerakan sosial, sekaligus gerakan spiritual untuk bersama-sama mencapai kemaslahatan masyarakat.

“Kita membumikan Trilogi KUPI. Pertama, ma’ruf, yaitu segala sesuatu yang membawa kebaikan. Kedua, mubadalah, yaitu kesalingan. Semuanya harus mempunyai komitmen dan bertanggung jawab bersama antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan berkeluarga. Ketiga, keadilan hakiki pada perempuan, yakni memastikan bahwa perempuan, baik dalam ruang domestik maupun publik, mendapatkan keadilan yang sama,” ujarnya.

Sekretaris PC Fatayat NU Lampung Tengah, Siti Maysaroh, S.Pd., menambahkan bahwa agenda ini dihadiri oleh pengurus dan kader Fatayat NU Lampung Tengah serta sejumlah organisasi dan komunitas lainnya, antara lain Muslimat NU Lampung Tengah, RPA Lampung Tengah, KOPRI Lampung Tengah, JPN Lampung Tengah, JP3M Lampung Tengah, dan Direktur NU Care LAZISNU PWNU Lampung, Enny Puji Lestari. []

 

Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58 a.n. Yayasan Fahmina

Terkait

Konferensi Nasional Ulama Perempuan Teguhkan Peran Ulama sebagai Aktor Perdamaian dan Penguatan Hak Penyandang Disabilitas

Jakarta - Yayasan Fahmina bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Konferensi Nasional Ulama Perempuan pada 6–9 Oktober...

Populer

Artikel Lainnya