Oleh: Gun Gunawan
“PLP bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang pembelajaran penting untuk membentuk karakter, etos kerja, dan integritas mahasiswa.” — Marzuki Wahid
ISIF Cirebon menggelar kegiatan Pembekalan Praktik Lapangan Profesi (PLP) di Auditorium Hall of Affandi Mochtar pada Rabu, 14 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda akademik institusi dalam rangka mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke dunia praktik profesi di lembaga mitra masing-masing.
Pembekalan PLP diikuti oleh 54 mahasiswa semester VII yang berasal dari empat Program Studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Ekonomi Syari’ah (ES).
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor ISIF Cirebon, Marzuki Wahid, Ketua Lembaga Penjamin Mutu ISIF Cirebon, Dr. Sari Rahayu, M.Pd.I., Wakil Rektor Bidang Kelembagaan, Profesionalitas, dan Ekosistem Pendidikan, Noval Maliki, M.Pd., para Ketua Program Studi, serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Tujuan PLP
Pada sesi pembuka, Noval Maliki menyampaikan pengantar mengenai falsafah dan tujuan diselenggarakannya PLP. Ia menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk membangun perspektif dan pemahaman yang sama antara mahasiswa peserta PLP dan dosen pembimbing lapangan terkait konsep PLP serta implementasinya di lapangan.
Lebih lanjut, Noval menegaskan tiga tujuan strategis PLP, baik bagi mahasiswa, kampus, maupun lembaga mitra. Pertama, PLP bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan praktik kehidupan nyata di masyarakat, khususnya yang berkaitan langsung dengan profesi yang akan mereka geluti. Kedua, PLP memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman akademik yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk praktik langsung di lapangan. Ketiga, PLP menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antara ISIF Cirebon dengan lembaga profesi dan instansi terkait sebagai mitra dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui PLP, mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga diarahkan untuk mengalami secara langsung dinamika profesi yang akan mereka jalani setelah lulus.
Etika dan Profesionalisme Selama PLP
Pada sesi selanjutnya, Sari Rahayu, memberikan pembekalan terkait etika dan profesionalisme dalam praktik profesi. Perempuan yang akrab disapa Ayu ini menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi yang baik antara mahasiswa, DPL, serta pihak-pihak terkait di lembaga mitra.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab selama praktik, seperti mengikuti seluruh kegiatan yang telah dijadwalkan serta mempertahankan sikap profesional, baik di dalam maupun di luar lingkungan lembaga mitra.
Selain itu, Sari Rahayu berpesan agar mahasiswa secara disiplin menuliskan jurnal aktivitas harian yang memuat pengalaman, kendala, serta solusi yang ditemui selama praktik lapangan. Jurnal tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan laporan dan bahan evaluasi kegiatan PLP.
Pada sesi penutup dan pelepasan mahasiswa, Marzuki Wahid memberikan amanat agar mahasiswa menjalani PLP dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Ia menegaskan bahwa PLP bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang pembelajaran penting untuk membentuk karakter, etos kerja, serta menjaga nama baik institusi di lembaga mitra.
Praktik Lapangan Profesi (PLP) sendiri akan berlangsung selama 40 hari, terhitung mulai 20 Januari hingga 1 Maret 2026, dan dilaksanakan di lembaga mitra yang dipilih oleh masing-masing mahasiswa. []
Sumber tulisan: www.isif.ac.id



